Akhirnya Pakai Menstrual Cup!

Setelah bertahun-tahun aku pakai pembalut saat menstruasi, akhirnya sekarang aku berani beralih pakai menstrual cup!

Menstrual cup memang cukup kontroversial, terutama buat perempuan yang belum pernah melakukan intercourse. Tapi menurut pendapatku sendiri, menstrual cup ini amat sangat praktis loh. Selain itu juga higienis dan jauh lebih hemat dibandingkan membeli pembalut setiap bulan.

Sebelumnya memang aku sudah bercerita tentang menstrual cup di instagram story mulai dari alasan dan test pakai saat mens. Kali ini akan aku rangkum keseluruhan pengalamanku dalam 1 post.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Sustaination (@sustaination) on

Alasan Pakai Menstrual Cup

Ada beberapa alasan yang membuat aku mantap untuk benar-benar beralih ke menstrual cup.

1. Pengeluaran

Setelah melahirkan, menstruasiku semakin tidak beraturan dan semakin banyak darah yang dikeluarkan. Saking banyaknya, tiap 3 jam aku harus ganti pembalut. T_T

Itupun juga masih bocor sana-sini. Benar-benar bikin frustasi deh. Pakai pembalut sepanjang dan selebar apapun juga tetap bocor. Nggak nyaman banget jadinya. Apalagi kalau harus keluar rumah. -_-

Karena menstruasi yang teramat banyak dan tidak beraturan ini, akhirnya pengeluaran buat beli pembalut jadi 2 kali lipat dibanding sebelum melahirkan.

2. Alergi

Aku nggak bisa pakai pembalut sembarangan. Alergi, gatal-gatal, apalagi pernah kena masalah jamur di area V. Ini amat sangat menyiksa loh. Mas Tiyo tau bagaimana aku sambat terus soal jamur ini. LOL!

Akhirnya ya aku pakai pembalut kesehatan. Ini harganya mahal huuhuuu sedih. Ditambah lagi menstruasiku banyak dan tidak beraturan jadinya pengeluaran buat pembalut lebih banyak.

3. Mengurangi Sampah

Ini poin paling penting buatku. Soalnya sudah terlalu banyak sampah pembalut di dunia ini. Jadi aku pengen mengurangi sampah pembalut dengan cara beralih ke menstrual cup. For better planet!

Pengalaman Pakai Menstrual Cup

Pertama kali aku mendengar seputar menstrual cup adalah di tahun 2015. Waktu itu sih aku lihatnya cukup praktis. Tapi aku belum terlalu tertarik pada menstrual cup. Barulah setelah kejadian alergi pembalut aku jadi makin penasaran, tapi belum ada niat buat beralih pakai menstrual cup.

Akhirnya setelah melahirkan dan segala drama menstruasi yang bikin frustasi, aku akhirnya tertarik dengan menstrual cup. Aku juga semakin mantap pakai menstrual cup setelah membaca instagram story Annisast tentang menstrual cup. Langsung deh mantap beli karena kebetulan lagi menstruasi dan pembalut habis. Belum sempat beli dan kalau mau beli harus ke apotek dulu yang jaraknya lumayan agak jauh. Intinya mager banget ke apotek akhirnya pakai menstrual cup aja deh. Hahaha.

Sayangnya penjual menstrual cup agak telat mengirim produk, jadi aku baru bisa pakai menstrual cup di hari ke 3. Sebelumnya masih pakai pembalut.

Aku beli di sustaination merk Organicup dengan harga Rp 399.000. Cukup terjangkau jika dibandingkan merk Diva yang bisa mencapai Rp 700.000 oh wow mahal sekaleee.

Aku pilih ukuran A karena jujur saja, waktu mau check out, aku nggak tau kalau ukuran A itu untuk yang belum pernah melahirkan dan ukuran B untuk yang sudah pernah melahirkan. Jadi aku asal aja pilih ukuran A. Selain itu juga aku merasa insecure gitu masa pakai B sih macam udah leber banget aja LOL.

Jadi yaudah deh akhirnya datang Organicup ku. Kemudian langsung aku steril dan pakai.

Waktu pertama kali masukin, aku menggunakan lubricant di ujung menstrual cup untuk mempermudah proses masuk. Tapi gagal pemirsaaaaa. Lubricant malah bikin tanganku licin dan malah nggak jadi masuk. -_-

Akhirnya aku basahin aja pakai air menstrual cup nya. Terus aku masukin deh. Waktu masukin itu juga buru-buru soalnya Gladys keburu nangis soalnya dia lagi pilek. Alhasil aku langsung bodo amat lah yang penting masuk. ><

Pas udah masuk, antenanya masih ada di posisi luar. Aku sempat ragu, ini udah nih? udah masuk belum ya? Aku pakai jongkok 2 kali terus langsung bodo amat keburu Gladys nangis minta nen. 🙁

Saat sedang menyusui Gladys, aku merasa ada ‘pop’ di dalam Vagina. Sepertinya itu adalah tanda bahwa menstrual cup telah terpasang dengan sempurna. Karena cara kerja menstrual cup sendiri adalah dengan suction. Jadi ketika dimasukkan dalam vagina, dia akan mengembang dan otomatis menjadi suction agar tidak mudah lepas dan bocor.

Setelah selesai menyusui, aku cek lagi posisi menstrual cup ku. Pas aku cek ini sebenernya udah nggak berasa apa-apa sih. Bahkan nggak berasa kalau lagi pakai menstrual cup. Cuma karena ini pertama kali pakai menstrual cup, jadinya aku kepikiran terus udah pas atau belum nih.

Keesokan harinya, aku lepas menstrual cup. Ini yang agak ngeri sih. Jujur, lebih ngeri lepas daripada pasang menstrual cup.

Sebelumnya juga aku sudah menonton 2 video yang menurutku amat sangat membantu untuk pemasangan dan pelepasan menstrual cup ini:

Video selanjutnya ada demo pemasangan pada model alat reproduksi perempuan, jadi visualisasinya bagus.

2 video di atas menurutku sangat membantu untuk aku yang kebingungan soal cara pasang dan lepas menstrual cup.

Jadi meskipun ngeri saat mau lepas, ternyata nggak serem amat sih. Tinggal di goyang-goyang aja antenanya terus ditarik deh. Nanti akan kerasa kalo suctionnya mulai lepas karena ada suara udara masuk gitu.

Ohya untuk cara pasang dan cara lepas menurutku tergantung bagaimana kalian nyaman aja. Soalnya kalau saran dari video sih harus relax kemudian jongkok atau angkat kaki. Itu kan saran ya, kenyataannya di aku lebih nyaman pakai dengan cara kaki dilebarkan ke samping wkwk.

Hari ke 2 aku pakai menstrual cup rasanya benar-benar lupa kalau lagi pake. Nggak berasa sama sekali loh. Senyaman itu! Bahkan saat keluar rumah pun aku nggak panik takut tembus karena celana dalamku memang kering dan nggak ada bocor. WOW!

Dalam sehari, aku cukup buka menstrual cup sebanyak 2 kali. Padahal kalau pakai pembalut harus rutin banget ngecek tiap 3 jam.

Rasanya juga lebih higienis karena darah menstruasi nggak belepotan di bibir vagina. Jadi nggak perlu takut alergi atau gatal karena bakteri nggak bersarang di area bibir vagina. 😀

Ohya pertama kali mens tanpa rasa gatal di area bibir vagina nih! Thanks to menstrual cup! :’)

Hari ketiga aku mulai lancar pakai dan lepas menstrual cup. Udah mantep banget nih mau pakai menstrual cup terus. Bener-bener nggak mau pakai pembalut. Tapi waktu mau pasang sempat susah. Ternyata vaginaku sedang tidak lembab soalnya waktu itu aku baru selesai mandi dan membasuh vagina dengan air. Ini normal kok. Tinggal dilembabkan aja pakai lubricant menstrual cup nya. Udah deh beres.

Aku cuma pakai menstrual cup sampai hari ke 5 menstruasi. Hari ke 6 sudah mulai sangat sedikit. Cuma flek flek aja yang muncul. Jadi menurutku nggak perlu pakai menstrual cup sih.

Beberapa pertanyaan yang sering aku dapat tentang menstrual cup adalah:

1. Sakit nggak pas dimasukin?

Well, gimana ya. Aku kan sudah pernah intercourse, melahirkan, dan pasang IUD juga, jadi menurutku pasang menstrual cup ya biasa aja sih. Ngeri sih iya, tapi bukan ngeri yang sakit banget gitu loh. Intinya harus relax biar otot nggak tegang dan malah jadi nggak bisa masuk menstrual cup nya.

2. Nyaman nggak pas dipake?

Seperti yang aku bilang di atas, benar-benar nggak berasa kalau lagi pake menstrual cup. Ada momen ketika aku pakai menstrual cup tuh aku beneran lupa kalau lagi pake. Saking nyamannya!

3. Harus dicek berapa kali?

Ini tergantung siklus menstruasi kita sih. Tapi perlu diingat kalo daya tampung menstrual cup lebih banyak dibanding pembalut. Jadi kalau pas lagi banyak-banyaknya, mungkin bisa dicek per 3-4 jam sekali. Nanti ketemu sendiri kok ritmenya kapan harus buang.

4. Bisa merusak selaput dara nggak?

First of all, emangnya yakin sebelum pakai menstrual cup selaput daranya masih utuh? Selaput dara tuh bisa rusak hanya karena kita lompat, jatuh, atau bahkan sepedaan loh. Kalau memang selaput daranya belum rusak sebelumnya, ya jelas lah pakai menstrual cup bisa merusak selaput dara. Tapi pertanyaan sesungguhnya adalah emang kamu yakin selaput daramu masih utuh sebelum pakai menstrual cup? :/

5. Untuk yang belum pernah intercourse apakah boleh pakai menstrual cup?

Kalau aku sih ya boleh-boleh aja. Apalagi ini kan hemat pengeluaran, lebih higienis dan mengurangi sampah. Lagipula aku bukan orang yang terlalu mempermasalahkan selaput dara.

Kecuali, kalian adalah perempuan yang amat sangat menjaga area vagina kalian dan tidak membiarkan apapun masuk kecuali ketika intercourse dengan suami kalian ketika menikah. Then I don’t recommend.

Tapi kan ya harusnya pertanyaan kaya gini tuh kalian tahu sendiri jawabannya. Pilihannya kan ada di diri kalian masing-masing wkwk.

========

Aku paham kok pakai menstrual cup tuh kelihatannya mengerikan banget. Aku sendiri juga kalau mau pakai kadang masih agak ngeri. Tapi untuk kembali pakai pembalut sih aku BIG NO. Nggak mau lagi pakai pembalut karena berbagai drama menstruasi di atas. Tapi sejak nonton 2 video di atas aku jadi lebih ngerti cara pasangnya dan jadi sadar kalau ternyata gampang banget pakai menstrual cup.

Aku juga sadar kalo menstrual cup bukan untuk semuanya. Tapi aku merekomendasikan pakai menstrual cup buat semua yang selama ini punya masalah alergi atau gatal setiap pakai pembalut

Karena ini benar-benar game changer buatku. Praktis dan nggak perlu buang-buang lagi. Baik buang-buang duit, maupun buang-buang sampah.

Aku akan terus update perkembanganku tentang menstrual cup ini di instagram story. Pastikan kalian follow aku di @girlysaputri yaa.

5 thoughts on “Akhirnya Pakai Menstrual Cup!

  1. Aku udah lama banget mau pakai ini, yaaaa maju mundur. Sebenernya juga udah makan literatur, review, video dll. Udah kayak mantep. Tapi hamil deh. Ga mens deh. Tunda deh. Hehe…
    Mudah-mudahan nanti setelah melahirkan dan udah nyaman intercourse, aku insyaallah beli deh dan coba.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *