Nikah di Gedung Vs Nikah di Rumah

Sepertinya Nikah di Gedung Vs Nikah di Rumah ini masih menjadi perdebatan favorit pasangan yang mau menikah. Padahal tidak ada yang salah loh menurutku.

Sayangnya, kita udah di doktrin bahwa menikah di gedung akan menunjukkan status sosial yang lebih tinggi dibandingkan dengan menikah di rumah. Padahal tidak juga. Toh Prince William dan Kate mengadakan pesta pernikahan di rumah mereka dan nggak nyewa gedung.

Yakaleee.. rumah mereka udah istana wqwqwq.

Tapi beneran. Menikah di gedung tidak menunjukkan status sosial yang lebih tinggi atau bukan ajang “hey-aku-nikah-di-gedung-nih-sewanya-mahal” satu sama lain. No it’s not.

Sebelum salah persepsi, disini aku nggak bilang kalau mereka yang menikah di gedung cuma bisa pamer ya. NO! Yang aku maksud, ketika seseorang menikah di gedung bukan berarti kalian harus banget ngikutin di gedung, padahal kalian acara nikah di rumah aja lebih dari cukup. Gitu.

Biar lebih paham, aku list pros dan cons dari masing-masing ya. Simak yuk.

Nikah di Gedung Vs Nikah di Rumah

Sebelumnya, intermezzo bentar ya.

Aku jijik banget sama yang bikin meme di atas. Mungkin kelihatannya lucu. But it’s not!

Aku pengen banget nanya ke yang bikin meme. Dia nikahnya dulu dimana? Di rumah? Yakin banget dia nikah di rumah bisa langsung beli rumah segambreng. Dan dia yakin banget kalau orang nikah di gedung bakal tinggal di kontrakan.

Dude.. get your s**t together!

====================

Meme di atas adalah contoh nyata betapa banyak orang asal njeplak tanpa tahu situasi. Untuk kalian yang masih bingung mau Nikah di Gedung atau Nikah di Rumah, nih aku sajikan pros dan cons nya:

1. Nikah di Gedung

Ini trend yang nggak ada abisnya. Literally, semua orang nikah di gedung, outdoor, atau bahkan pantai. Ya it’s okay sih ada banyak pros yang bisa kalian dapatkan dari menikah di gedung seperti:

  • Semua sudah set up. Lokasi sudah ada dan kita tinggal terima jadi karena kebersihan dll sudah di urus pihak gedung.
  • Parkir aman. Sudah tersedia parkir dari pihak gedung.
  • menguntungkan untuk yang tidak memiliki lahan di rumah. Contohnya di kota-kota besar. Kebanyakan orang nggak punya lahan yang cukup. Jadi lebih memilih di gedung. Ini poin yang perlu dipertimbangkan. Terutama kalau kalian memiliki 1000 undangan. Which is super megah menurutku.

Sedangkan beberapa cons nya adalah sebagai berikut:

  • Mahal. Kenyataan pahit di dunia Milenial ini adalah semua bagus dan instagramable, tapi kalau mau pakai harus bayar. Dan bayarnya mahal. Yap, biaya sewa gedung paling murah 10jt. Itu pun gedung yang biasa banget dengan kapasitas 400 orang dan lokasinya di pinggir kota.
  • Limited. Jam nya terbatas. Beberapa gedung membatasi cuma 8 jam dan itu sudah termasuk jam loading. Kalau mau lebih lama? Bayar. Kalau masih pengen foto-foto? Bayar. Wawqwq.
  • Charge. Yap, ini beda poin dengan mahal. Tiap gedung pasti ada charge nya. Misalnya kalau nambah catering atau peralatan dari luar. Soalnya biasanya gedung sudah menyewakan full paket. Nah kalau nggak suka dengan salah satu item mereka dan pengen bawa dari luar? Ya bayar charge, dek. 😀

Menikah di Gedung pastinya akan membakar uang lebih banyak dibanding di rumah. Belum lagi beberapa kerugian seperti waktu yang terbatas dan charge juga bisa menjadi masalah tersendiri.

Untuk yang ingin menikah di gedung, ya silahkan aja sih. Tapi kalau di rumah masih punya lahan, mending di rumah aja.

Lahan yang aku maksud di atas adalah halaman rumah kalian ya. Bukan lahan alias jalan depan rumah yang udah mepet banget dan banyak dilewati orang tapi kalian buntu dan tutup. Itu namanya dzalim alias makan hak orang lain sodara-sodara. 😛

Kalau nggak ada lahan, ya monggo aja bikin acara di gedung.

2. Nikah di Rumah

Beberapa orang menganggap nikah di rumah berarti memiliki status sosial yang lebih rendah dibandingkan dengan nikah di gedung.

Whoever believes in that theory needs to shove some dirt in their throat.

I absolutely disagree with that.

Karena seperti yang aku bilang di atas, Prince William aja nikahnya di rumah cuy. Hahahaha.

Oke, disini aku tulis pros dan cons buat kalian yang bingung Nikah di Gedung Vs Nikah di Rumah. Pros dari nikah di rumah adalah sebagai berikut:

  • Unlimited time. Bisa sepuasnya foto-foto. Hahahaha. Paling tidak ini yang aku lakukan saat menikah kemarin. Bisa puas foto-foto pas akad tanpa takut kena charge. Kalian bisa cek foto-fotonya disini.
  • Spend more intimate time with friend. Ini yang paling aku suka. Karena nggak ada batasan waktunya, aku jadi bisa ngobrol sama beberapa temenku tanpa harus diburu antrian tamu yang lain. Jadi nggak perlu khawatir kalau masih pada ngumpul dan ngobrol meskipun waktunya sudah malam. Hehehe.
  • Harga lebih hemat. Karena tidak perlu menyewa gedung, kalian bisa menghemat biaya.

Sedangkan beberapa cons dari menikah di rumah adalah:

  • Bingung di parkir. Kadang agak ribet untuk nyari lokasi parkir karena ya sebagian besar lahan dipakai untuk acara.
  • Dekorasi total. Kalau kalian punya lahan yang sudah mulus seperti tanahnya nggak berbatu, nggak banyak pohon atau ilalang, then you go with it. Tapi kalaumasih berantakan, lahannya harus dibersihkan. Nah ini yang dimaksud dekorasi total.
  • Ribet. Hahahaha. Well, semua nikahan pasti ribet. Tapi kalau acara di rumah jauh lebih ribet. Soalnya pasti banyak orang yang keluar masuk rumah dan kita nggak bisa kontrol mereka. Rumah jadi kotor dan berantakan. 🙁

Menikah di rumah menjadi pilihanku di acaraku kemarin. Awalnya memang aku ingin mengadakan di gedung, tapi berdasarkan beberapa pertimbangan, aku membatalkan niatku menikah di gedung.

Alasan terkuat yang membuatku mantap ingin menikah di rumah adalah halaman depan rumah masih luas dan karena rumahku di ujung jalan, jadi ketika jalan depan rumah ditutup juga tidak masalah. Soalnya ya gimana lagi ya, jalan nggak ditutup aja yang lewat jarang. Hahaha.

Selain itu, rumah adalah tempatku tumbuh dewasa. Saksi dari aku jaman sebelum pubertas, hingga sampai saat ini. Saksi suka duka keluarga dan banyak cerita. Jadi aku ingin menikah di rumah biar menjadi saksi setiap langkah hidupku.

Semakin didukung juga karena keluarga besarku rumahnya juga masih di sekitar. Hehehe.

Untuk yang masih bingung nikah di gedung atau di rumah, kalian bisa pilih berdasarkan kondisi kalian sendiri dan beberapa pilihan yang aku sajikan di atas.

Saran yang paling penting adalah, jangan terlalu maksa. Maksudnya adalah, pengen nikah di gedung tapi budget pas-pasan, akhirnya terpaksa hutang sana-sini. Atau pengen nikah di rumah tapi nggak punya lahan jadi terpaksa nutup jalan dan merugikan orang. Jangan maksa gitu guys, nanti kesannya nikahhannya terpaksa. wqwqwq.

Kalau nggak punya budget, ya nikah di rumah aja tapi jumlah tamunya di minimal kan biar nggak maksa nutup jalan sana-sini. Gampang kan.

Nikah itu dibawa santai aja. Jangan sampai hari bahagia kalian jadi hari yang ‘maksa’. 😀

 

 

6 thoughts on “Nikah di Gedung Vs Nikah di Rumah

  1. Setuju sama masukan dan sharingmu Girly, aku pribadi Insya Alloh memilih nikah di gedung karena rumahku nggak punya halaman. Dan ukurannya kecil gitu. Daripada ribet banget, mending di gedung 🙂

  2. suka banget sama masukannya 😀
    bahasa friendly, bikin ngakak sendiri dan bilang “iya juga sih ya”. aku yg lagi dilema untuk nikahanku kedepannya seperti apa, jd lumayan laah ada pencerahan. makasih banyak ya kak 🙂

  3. yaa.. aku yg lagi dilema suka dgn masukannya.. karena aku punya rencana msh pnya tabungan kedepan setelah menikah jadi aku putuskan menikah di rumah selain itu kata ortu lebih barokah, dan aku lahir dan tumbuh di rumah. Insya Allah acarberjalan lancar. Amin

  4. Aku sdg mengalami mbk. Nikah dirumah. Dan jujur, saya jd kurang setuju dgn artikelnya. Maaf ya. Krn yg saya alami, malah saya capek, biaya jg 11 12 sama kalau digedung. Krn apa, sewa tenda lumayan keluar banyak. Saya sewa yg biasa aja 6 jt lbh. Bayar dekor, soundsystem dll. Blm krn saya org jawa adatnya lumayan bikin keluar budget. Saya jg capek krn apa2 saya yg ditanyain. Saya jd nyesel, tau gt saya nikah digedung saja kan . Ya semua tergantung sikon si mbk. So intinya, agak susah membandingkan nikah digedung atau rumah utk lbh baiknya, krn sikon setiap org berbeda2.

    1. Maka dari itu mba, di artikel saya tulis saran berbunyi ‘jangan terlalu maksa’. Buat para calon pengantin di luar sana kalo merasa keberatan nikah di rumah karena takut ribet, yaudah di gedung aja. Sewa EO lengkap. Pun kalau merasa nikah di gedung terlalu berat di biaya, ya silakan aja nikah di rumah dengan konsep yang minimal. Jadi nggak perlu maksa dan capek sendiri gitu. 🙂
      BTW, selamat atas pernikahannya ya mba. semoga rumah tangga nya lebih menyenangkan meskipun pas pesta pernikahan capek dan ribet. 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *