Pengalaman Mengikuti Kelas Hypnobirthing Pertama

Kurang lebih 2 minggu yang lalu,aku mengikuti mini class hypnobirthing bersama Gentle Birth Surabaya. Tepatnya ketika usia kehamilanku adalah 20 minggu.

Memasuki trimester kedua, aku sudah jarang mual dan lemas. Jadi aku mulai semangat mengikuti kelas-kelas melahirkan, yoga hamil, dan apapun itu yang bisa mendukung proses melahirkan. Maklum lah yaa, resolusi 2018 salah satunya adalah bisa melahirkan normal serta bayi dan Ibu sehat. Jadi aku senang deh ikut kelas-kelas begini. Selain menambah ilmu, menambah pengalaman juga. ๐Ÿ˜€

Di sini aku akan merangkum beberapa ilmu yang aku dapat dari kelas hypnobirthing pertamaku bersama Gentle Birth Surabaya. Sebagai catatan, aku mengikuti mini class ini karena aku tertarik dengan persalinan normal. Apalagi ini kehamilan pertamaku. Aku sama sekali nggak tahu apa yang harus dipersiapkan. Kan nggak lucu yaa kalau pengen lahiran normal tapi cara mengejan aja nggak tahu. ๐Ÿ˜›

Eh ternyata ada banyak informasi yang aku baru dapat di mini class hypnobirthing ini loh.

Baca Juga:ย Makan Ayam Gepruk Suroboyo

Pengalaman Mengikuti Kelas Hypnobirthing Pertama

Awal mulanya, aku merasa tidak nyaman saat tidur karena nafasku pendek-pendek. Selain itu aku juga gampang ngos-ngosan. Nggak hanya pas tidur, bahkan saat melakukan aktifitas sehari-hari pun aku gampang banget ngos-gosan. Baru nyapu dikit ajah udah ngos-ngosan dan harus berhenti dulu buat ambil nafas. Belum lagi jantung jadi berdegup kencang kaya habis lari. Pokoknya rasanya nggak nyaman banget deh.

Tiap tidur pun, Mas Tiyo jadi nggak kebagian bantal. Semua bantal dan guling aku pakai buat bikin posisi aku senyaman mungkin, meskipun juga rasanya tetap ngos-ngosan. Kasihan Mas Tiyo, dia cuma pakai bantal kecil. :’)

Sebelum memulai kelas,ย semua peserta wajib berkonsultasi apa masalah yang dirasakan selama kehamilan. Mas Tiyo juga diajarin cara meraba perut. Dia jadi tahu dimana posisi punggung bayi dan dimana tangan-kaki bayi. Aww..

Sayang banget pas udah nyampe rumah sepulang dari kelas aku minta dia ulang meraba perut dan dia udah lupa caranya gimana. Huuu. -_-

Saat mengikuti kelas Hypnobirthing, aku berkonsultasi dengan Bidan Aida. Kata Bidan yang juga memimpin jalannya hypnobirthing tersebut, yoga hamil bisa membantu aku mengatasi masalah nafasku. Untungnya mini class ini ada sesi introduction dan sesi mini yoga class. Jadi langsung bisa praktek deh. ๐Ÿ™‚

Perkenalan Pada Hypnobirthing

Bidan Aida memulai kelas dengan mengucapkan salam dan menanyakan kabar dari para peserta. Bidan Aida ini usianya tergolong masih muda. Dari keseluruhan materi yang diberikan, aku mencatat beberapa poin penting, diantaranya:

Hypnobirthing tidak hanya mempersiapkan Ibu hamil secara fisik untuk melahirkan, tetapi juga tubuh, pikiran, mental, dan peralatan disekitar kita. Seperti apa contohnya?

Baca Juga:ย Nikah di Gedung Vs Nikah di Rumah

  1. Body
    Untuk mempersiapkan tubuh Ibu Hamil, Ibu bisa memulai dengan rutin berolahraga. Olahraga itu penting juga untuk Ibu hamil. Tapi jenis olahraga yang dilakukan berbeda dengan orang yang tidak hamil. Beberapa contoh olahraga yang bisa dilakukan adalahย Senam santai dengan gerakan ringan dan tidak terlalu berat karena bisa membahayakan Ibu dan bayi.ย Jalan pagi bisa menjadi alternatif mudah. Aku juga sering jalan pagi paling tidak 30 menit. Atau kalau nggak jalan pagi, jalan ke mall juga boleh. Kan yang penting jalan yaaa.. ๐Ÿ˜›ย Ibadah, untuk yang Muslim, gerakan shalat bisa digunakan sebagai alternatif juga loh. Beberapa gerakan yoga hamil ada yang mirip dengan gerakan shalat. Jadi waktu shalat, cukup perbaiki saja gerakan sambil atur nafas. Misalnya berdiri yang tegap, ruku’ yang lurus, benarkan posisi sujud, dan jangan lupa untuk relaks selama shalat.Kebetulan aku punya kenalan yang bercerita seputar hal ini juga. Selama hamil dia lemas dan nggak bisa makan serta mual. Jangankan olahraga, mau bangun saja susah. Satu-satunya cara untuk gerak ya waktu shalat. Akhirnya dia mulai rutin memperbaiki gerakan shalat selama 5 waktu dan Alhamdulillah melahirkan normal dengan lancar dan nggak sesakit yang dibayangkan. ๐Ÿ™‚Berenang juga sangat dianjurkan. Ini juga favoritku sih. Berenang bagus untuk melatih pernafasan. Selain itu, selama berenang tubuh jadi lebih ringan karena massa tubuh di air berbeda dengan di darat. Jadi Ibu hamil tidak merasa cepat lelah.

    Penuhi kebutuhan nutrisi. Tidak hanya nutrisi untuk bayi, tapi juga untuk Ibu. Terutama protein. Protein yang tinggi bisa mengurangi pre eklamsia pada Ibu hamil, pecah ketuban dini, dan menjaga air ketuban agar tetap bersih.

  2. Mind
    Perbanyak membaca buku dan menambah ilmu. Serta mengikuti kelas kehamilan juga bisa membantu untuk mendapatkan informasi seputar kehamilan dan melahirkan. Dengan begitu, Ibu akan mampu menambah wawasan dan tidak mudah percaya dengan mitos belaka. Ingat, Ibu yang cerdas akan melahirkan generasi yang cerdas juga! ๐Ÿ˜€
  3. Mental
    Untuk mempersiapkan mental, Ibu bisa sendirian atau dibantu dengan orang lain. Diantaranya adalah dengan cara relaksasi. Ibu hamil wajib merasa relaks dan tenang. Relaksasi bisa dilakukan kapan saja, bahkan ketika shalat juga bisa. Berkomunikasi dengan Bayi juga bisa menjadi pilihan. Bayi sudah bisa mendengar suara Ibu sejak dalam kandungan. Ajak dia ngobrol dan bercerita agar lebih mengenal Ibu nya dan dunia luar. Banyak loh kejadian unik yang terjadi saat Ibu dan bayi rajin berkomunikasi, salah satunya yang terjadi padaku kemarin. Kaki (atau tangan?) dek bayi sempat nyangkut di tulang rusuk sebelah kiri. Bangun tidur rasanya nyeri bagian perut kiri atas dan dek bayi nggak se aktif biasanya. Biasanya masih pagi udah nendang-nendang dan muter sana sini, ini anteng banget dan gerakan cuma sedikit. Sampai akhirnya agak siangan aku coba rebahan hadap kanan, tiba-tiba kaya ada yang ditarik gitu di bagian nyeri tadi. Kaya ada sesuatu yang dicabut. Kaget dong aku. Terus rasa nyerinya udah hilang. Dan sejak siang itu sampai malem dek bayinya nendang muter sana-sini. Wqwqwq. Efek tiap hari dibisikin “anak pinter..” jadi pas kaki (atau tangan?) nya nyangkut bisa dia lepas sendiri. Wqwq. ๐Ÿ˜€ย Mengaji dan berdoaย juga bisa menjadi pilihan efektif. Ketika berdoa, kita pasti meminta yang baik-baik kan? Nah dengan berdoa hati rasanya jadi tenang karena kita percaya bahwa Allah pasti memberikan yang terbaik. Begitu juga dengan mengaji, kalimat dalam kitab suci Al Quran itu kan sudah pasti kalimat pilihan yang terbaik, jadi ya Insya Allah bayi kita juga mendapat pengaruh baik dari kita mengaji. ๐Ÿ™‚Women Circle / Community juga hal sepele yang sebenarnya sangat penting. Saat hamil, kita pasti jadi lebih sensitif. Jadi cobalah pilih lingkup pertemanan yang selalu mendukung dan positif menyemangati. Yang suka nyinyir dan komen negatif dipinggirin dulu deh. Hihihi.

    Doula bisa menjadi pilihan sebagai pendamping melahirkan. Biasanya sih kalau melahirkan paling enak ditemani suami. Tapi ada kalanya suami tidak bisa menemani, jadi doula bisa membantu.

  4. Tools
    Siapkan peralatan bersalin. Misalnya seperti memilih dokter/bidan yang tepat, rumah sakit/klinik yang tepat, hingga proses kelahiran seperti apa yang Ibu inginkan. Inilah pentingnya mencari informasi saat hamil. Sebisa mungkin, keputusan melahirkan harus berada di tangan Ibu dan Suami. Apakah Ibu ingin normal tanpa induksi, normal dengan induksi, atau ingin melahirkan dengan 100% normal tanpa obat? Semua poin ini harus diputuskan oleh Ibu dan suami. Dokter hanya boleh menyarankan atau mengambil tindakan ketika situasi memang sudah darurat.Siapkan peralatan selama hamil. Salah satu alat yang bisa membantu ibu hamil adalah Birthing Ball karena bisa membantu merangsang pembukaan dan kontraksi.

Selain perkenalan dengan hypnobirthing, mini class ini juga mengajarkan mini prenatal yoga session. Kebetulan aku daftar bersama Mas Tiyo, jadi kita berpasangan deh yoga nya. Ciyeee…

Beberapa menfaat dari prenatal gentle yoga adalah:

  • Tenang dan fokus
  • Bisa atur nafas
  • nyaman dan rileks

Baca Juga:ย Rekomendasi Film Horror – The Orphanage

Sebenarnya prenatal yoga ini bisa mengatasi hampir semua masalah kehamilan seperti back pain, mual, hingga sesak. Tapi aku nggak ada masalah back pain dan mual. Satu-satunya masalahku ya cuma ngos-ngosan aja. Jadi aku fokus dengan mengatur nafasku.

Meskipun saat aku tanya sana-sini dan Googling semuanya pada bilang kalau ngos-ngosan itu hal yang wajar untuk ibu hamil, tapi aku nggak suka. Soalnya ganggu banget rasanya. Masa iya sih aku nggak bisa hamil dengan tenang dan nyaman tanpa ngos-ngosan? Kalau ngos-ngosan dan nggak nyaman gini di kehamilan pertama, pasti ngefek dong di kehamilan kedua dan seterusnya. Aku nggak mau kehamilan pertamaku terasa nggak nyaman. Aku ingin kehamilan pertamaku terasa nyaman jadi aku bisa menikmati setiap detiknya. Jadi ntar kalau hamil lagi nggak ada acara trauma kepayahan selama kehamilan pertama gitu maksudnya. ๐Ÿ™‚

Hal unik yang diceritakan Bidan Aida adalah “jangan sekali-sekali menyebut kontraksi palsu pada bayi”. Alasannya simple, bayi bisa mendengar ucapan Ibu dan selalu menurut kata Ibu sejak dalam kandungan. Jadi, usahakan bicara yang bagus-bagus aja.

Soalnya pernah ada kejadian klien Bidan Aida sendiri. Seorang Ibu yang sudah pembukaan lengkap dan kepala bayi sudah masuk ke panggul. Tapi perutnya masih mules-mules dan bayinya nggak keluar-keluar. Si Ibunya bilang “duhh nak, kamu kontraksi palsu melulu sih” (kurang lebih seperti itu perkataan si Ibu).

Langsung deh si Bayi ngambek. Mulesnya langsung hilang sodara-sodaraaaa…. Si bayi ngambek nggak mau keluar. Gimana tuh ya, udah pembukaan lengkap, kepala di panggul lah si bayi ngambek. Dikeluarin nggak mau, kalau kelamaan di panggul bisa bahaya. Terus masa mau dimasukin lagi. -_- Kan ga bisaaaaa…

Baca Juga:ย Tips Memilih Mahar Pernikahan

Jadi, ada benarnya juga kalau orang jaman dahulu selalu bilang harus jaga omongan kalau lagi hamil. Soalnya bayi kita bisa mendengar dari Ibunya dan bayi nurut apa kata Ibu di kandungan. Kalau Ibunya ngomong kasar terus selama hamil, yaa bayinya belajar ngomong kasar juga. ๐Ÿ™

Ngomong-ngomong, per aku menulis postingan ini yang kira-kira 3 minggu sejak mengikuti kelas hypnobirthing, aku sudah nggak merasakan ngos-ngosan atau jantung berdegup lagi loh.

Waktu mengikuti prenatal yoga, aku benar-benar fokus mengikuti, belajar atur nafas, dan aku ingat gerakannya sebisa mungkin agar bisa dipraktekkan di rumah. Saat di perjalanan pulang juga aku praktekkan atur nafas hingga tiap selesai shalat juga. Pulang dari kelas prenatal yoga, ngos-ngosan dan jantung berdegup langsung hilang loh. Seriusan nih.

Sayangnya aku nggak rutin mempraktekkan gerakan yoga nya. Bukan karena malas, tapi setiap selesai praktek yoga aku selalu merasa sedih tiba-tiba. Langsung galau dan merasa bersalah gitu rasanya. Nggak tau kenapa aku ngerasa dek bayinya sedih kalo aku yoga. Wqwqwq. Maunya dek bayi sepertinya aku rajin shalat dan bagusin gerakan shalat aja nggak usah yoga. Hahaha. ๐Ÿ˜›

Baca Juga:ย Tips Menghindari Riba saat Menabung di Bank Konvensional

Oke, sekian dulu ya cerita pengalaman ikut kelas hypnobirthing pertamaku. Intinya sih menurutku kelas seperti ini sangat bermanfaat buat first time mommy and daddy. Ada banyak ilmu dan manfaat yang diambil. Karena proses melahirkan itu tidak hanya Ibu yang berjuang. Ada Ayah, Bayi, dan plasenta. Makanya Ayah juga harus diedukasi seputar kehamilan dan persalinan. Adek bayi dan plasenta juga harus rajin diajak ngobrol biar pas lahiran semua bisa bekerja sama. Yang penting juga adalah prenatal yoga ini bermanfaat banget buat yang punya masalah-masalah selama kehamilan. Seperti aku yang ngos-ngosan tadi. ๐Ÿ˜€

Mohon maaf nggak ada foto-foto kece. Soalnya lupa bawa memory card, padahal kameranya sudah dibawa. :’)

Kalau kalian ada pengalaman unik selama hamildan melahirkan, boleh banget loh share di komentar. Aku lagi suka banget baca blog dan nonton vlog seputar kehamilan dan persalinan. Terima kasih yaa sudah membaca. ๐Ÿ˜€

Letโ€™s be friends!

Instagram:ย girlysaputri

Youtube:ย girlysaputri

twitter:ย girlysaputri

2 thoughts on “Pengalaman Mengikuti Kelas Hypnobirthing Pertama

    1. Belum mba.
      Untuk kontak, terakhir dapat update dari Gentle Birth Surabaya kalau mereka sudah bubar nih mba.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *