Pentingnya Memeriksa Kondisi Rahim Sebelum Menikah

Halo… Disini aku mau berbagi pengalamanku saat periksa kondisi rahim sebelum aku menikah.

Sebelum aku menikah, tepatnya pada tahun 2016, aku menyempatkan memeriksa kondisi rahimku. Alasan sederhana kenapa aku mau diajak Ibuku periksa kondisi rahim adalah beberapa sepupuku yang terkena kista. Padahal sehari-hari mereka orangnya aktif banget. Pergi bekerja atau kuliah bahkan beres-beres rumahpun rajin. Yang rajin aja bisa kena kista, gimana aku yang hobinya gegoleran wqwq.

Awalnya, sepupuku cuma merasakan nyeri biasa disaat haid. Hal seperti itu kan wajar buat perempuan yang sedang mens. Tapi makin lama, rasa nyerinya semakin terasa. Akhirnya saat diperiksa oleh dokter, ternyata di rahim ada kista. Kan ngeri ya… Apalagi waktu vonis kista dijatuhkan, mereka belum menikah. Makin ngeri gitu rasanya. Dampak kista bisa berpengaruh ke organ sistem reproduksi perempuan dan berpengaruh juga buat keturunan. Makanya kalau yang kena kista sebelum menikah tuh rasanya dua kali lipat lebih ngeri. πŸ™

Setiap mens, akupun juga merasa mules dan kram. Bahkan aku hampir tidak bisa jalan kalau sedang mens. Karena sakit banget. πŸ™

Pokoknya kalau mens pasti tidur susah, duduk susah, tengkurap susah, jalan susah, mau nangis susah. Sakit banget. Makanya ibuku khawatir dengan kondisiku. Padahal aku sih yakin kalau ini cuma nyeri haid biasa. Dan karena sering diomelin, jadi yaudah deh aku nurut aja ke ibu untuk periksa kondisi rahim.

Aku periksa di dr. Ardian, Spog. Dulu waktu aku kecil, tiap sakit aku selalu periksa di ayahnya dr. Ardian, yaiu dr. Soegeng yang biasa praktek di RSAB Soerya (Dulunya klinik Soerya). Eh sekarang udah dewasa periksa ke anaknya. wqwq.

dr. Ardian praktek di RSAB Soerya juga. Tapi aku memilih untuk check up di Klinik Graha Amani karena dr. Ardian juga praktek di sana. Klinik tersebut juga lebih dekat dari rumah dan harganya juga tidak terlalu mahal. Yang jadi hal positif adalah dokter yang praktek professional. Jadi periksanya di klinik tapi fasilitas dokter rasa Rumah Sakit besar. πŸ˜€

Aku dipersilakan mendaftar dan menunggu untuk dipanggil. Tidak lupa perawat memeriksa tekanan darah dan berat badanku terlebih dahulu.

Kemudian aku masuk ke ruang pemeriksaan dengan ibuku, dokternya sudah menyapa dan bertanya keadaanku. dr. Ardian juga ramah. Aku lupa bagaiman dialog saat itu, yang pasti dr. Ardian menanyai keadaanku dengan ramah. Karena ini pertama kali aku periksa ke Spog, aku pun menceritakan kekhawatiran ibuku dan riwayat sepupukuΒ yang kena kista. Lalu dokter mempersilakan aku naik ke ranjang untuk di USG.

Saat USG, perawat menurunkan celanaku dan menutup bagian bawah tubuhku dengan selimut. Jadi yang terlihat hanya bagian perutkusaja. Lalu perawat mengoleskan gel dingin yang biasa digunakan untuk USG. Saat memeriksa, dokternya juga professional loh.

Cepat banget gerakan tangan dokter mengambil alat USG dan langsung diletakkan diperutku, kemudian dr. Ardian langsung menengok layar USG. Waktu itu aku sedikit parno dan berpikir aneh aneh kalau perutku dilihat laki-laki. Tapi dokter Ardian nyaris tidak melihat perutku sama sekali. Langsung cepat tanggap menengok layar USG.Β  Jadi lega deh. πŸ™‚

Setelah digeser sana sini, Alhamdulillah hasil USG menyatakan rahimku sehat-sehat saja.

“Bagus kok ini kondisi rahimnya. Bentuknya juga bagus. Sehat-sehat saja.”

Aku masih ingat dokter bilang begitu dan rasanya lega banget. πŸ˜€

Malah dr. Ardian menyarankanku untuk segera menikah biar nggak nyeri haid terus. πŸ˜›

Sekarang ketika menulis postingan ini, aku sedang hamil 20 minggu. Baru saat ini aku menyadari betapa bermanfaatnya memeriksa kondisi rahimku sebelum menikah. Aku jadi tahu bagaimana bentuk rahimku, kondisi rahimku, dan alasan nyeri haid. Ternyata nyeri haid yang aku alami memang hal yang normal, tetapi jika sakitnya juga terasa di akhir menjelang haid selesai atau bahkan ketika kita tidak sedang haid, bisa jadi itu berbahaya.

Jadi nyesel gitu dulu pas dipaksa ibu buat cek kondisi rahim aku selalu menyepelekan, eh ternyata baru sekarang terasa manfaatnya. :p

Cek kondisi rahim juga penting karena kita juga bisa mendeteksi adanya penyakit-penyakit organ reproduksi lain. Karena tidak jarang juga perempuan yang memiliki masalah organ reproduksi dan baru ketahuan setelah ia positif hamil. Jadi cek kondisi rahim memang bermanfaat, karena kalau ada penyakit atau kelainan kita bisa melakukan pencegahan lebih awal.

Saranku untuk perempuan yang akan menikah, coba deh cek kondisi rahim dan konsultasikan kepada dokter jika kamu memiliki keluhan. Pilih jangka waktu yang tidak terlalu dekat dengan hari pernikahan kalian untuk mengantisipasi jika terdapat penyakit atau kelainan agar bisa disembuhkan terlebih dahulu.

‘kak aku pengen periksa, tapi ngeri banget kalau hasilnya ternyata ada penyakit’

Nggak perlu takut lah. Lebih ngeri lagi kalau udah nikah atau hamil ternyata ada penyakitnya kan? Justru diperiksa sejak dini itu biar kalau ada penyakit, kita bisa melakukan pencegahan terbaik.

Organ reproduksi tuh ibaratnya aset berharga perempuan. Jadi penting agar kita paham betul aset milik kita. Paham kondisi kesehatannya, paham apa yang dibutuhkan, dll. Kan kalau organ reproduksi kita sehat, kita juga yang untung. πŸ™‚

Tambahan:

Sebenarnya ada banyak jenis pemeriksaan organ reproduksi, salah satunya TORCH. Tapi saat aku berkonsultasi dengan dokter, aku merasa tidak perlu mengikuti tes TORCH. Kata dokter selama gaya hidup dan lingkungan hidup serta apa yang kita makan masih terjaga, Insya Allah aman-aman saja. πŸ™‚

One thought on “Pentingnya Memeriksa Kondisi Rahim Sebelum Menikah

  1. Dulu waktu haid aq juga sering sakit, banget malah. Trus ga teratur gtu waktunya. Setelah nikah mendingan banget. Udah ga sakit lagi dan mulai teratur. Kata dokterku dlu memang sper*a laki penyeimbang hormon kita juga hheehe.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *