Tips Memilih Mahar untuk Pernikahan

Sebaik-baiknya perempuan adalah yang maharnya mudah.

Itu menurut hadist.

Sebagai wanita, kita tentu berhak memilih mahar yang kita inginkan. Mau pilih mahar bacaan ayat suci Al-Quran, mau pilih, uang, bahkan mau pilih satu lantai apartment sekalipun juga nggak apa. Asalkan mudah. 🙂

Satu lantai apartment kok mudah sih? Kan mahal banget.

Ya kalau laki-lakinya mampu, pasti mudah dong buat dia. :p

Menurutku, mudah itu relatif. Kalau kamu minta satu lantai apartment ke calon suami mu dan ia menyanggupi karena dia mampu secara finansial, ya oke. Itu masih kategori mudah.

Tapi kalau kamu minta satu lantai apartment ke calon suami mu yang notabene baru 1 minggu lulus kuliah dan belum punya penghasilan tepat ya susah, sis. Pastinya kamu akan dianggap matre.

Jadi, mudah dalam hal mahar itu juga relatif. Kalau calon suami mampu, ya oke. Kalau nggak mampu, ya jangan dipaksakan. Nyadar diri, sis.

Disini, aku akan menjelaskan beberapa tips memilih mahar. Tips ini aku lakukan di persiapan pernikahanku kemarin. Simak ya:

1. Pastikan Maharmu Berguna

Mahar itu bukan untuk gaya-gaya an. Di foto, dipamerin di Instagram. Apalagi dipajang dan selamanya di dinding. What is the point sih?

Mahar itu adalah pemberian dari suami kepada istri. Fungsinya untuk dimanfaatkan oleh Istri sebaik-baiknya. Entah dipakai shopping, entah dipakai makan, entah diinvestasikan. Semuanya bisa. Dipajang aja juga bisa sih, kan udah jadi hak milikIstri, tapi ya apa gunanya?

Kalau kalian meminta mahar berupa barang, pastikan barang tersebut juga berguna. Misalnya alat rumah tangga, mobil, atau mukena sekalipun, pastikan berguna. Jadi istilahnya tuh biar kepake. Kan sayang udah dibeliin tapi nggak kepake kan yeee.

No offense buat kalian yang lebih suka maharnya dipajang ya. Ini cuma pendapatku aja soalnya logikanya buat apa dikasih tapi nggak digunakan.

2. Sesuai Kemampuan

Ini nomor 1.

Mau minta mahar berupa uang, barang, bacaan, atau nyanyian sekalipun tetap harus sesuai kemampuan. Namanya calon Istri dan Calon Suami pastinya sudah cukup kenal satu sama lain kan. Udah paham berapa penghasilan dan berapa kemampuan masing-masing.

Jadi aku nggak perlu menjelaskan poin ini terlalu detail karena kalian paham betul kemampuan calon kalian. 🙂

3. Persiapkan sejak jauh hari

Mahar apapun, harus didiskusikan dengan calon suami. Jadi biar ada persiapan gitu. Jangan asal sebut mahar mendekati hari pernikahan. Yakali emangnya ini Serangan Fajar Ujian Nasional. -_-

Aku selalu mengkomunikasikan keinginanku kepada calon suami. Mulai dari mahar apa, hingga modelnya kaya gimana. Dan dari awal, aku sudah sangat ingin mahar berupa logam mulia. Apalagiaku anaknya nggak suka pakai perhiasan. Jadi mending emas batangan aja, biar bisa jadi investasi. 🙂


Sedikit nasihat buat para calon pengantin:

Meskipun sebaik-baiknya perempuan adalah yang maharnya mudah, bukan berarti laki-laki bisa memberi sedikit seenaknya. Karena di hadist juga disebutkan, sebagai laki-laki kalau bisa berilah yang lebih.

Tapi, meskipun hadist menyebutkan laki-laki disarankan memberi lebih, bukan berarti sebagai perempuan juga bebas meminta seenaknya. Tetap harus elegan ya, sis. 🙂

Demikian tips dariku. Semoga bermanfaat yaa untuk kalian yang mencari mahar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *