Tips Menghindari Riba saat Menabung di Bank Konvensional

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Jauhilah oleh kalian semua dosa-dosa yang tidak diampuni”. Dan beliau menyebutkan salah satunya adalah memakan riba“. (HR. At-Tabrani).

Aku nggak mau sok religius. Masih inget kalo aku juga punya dosa karena suka nyinyirin Ayu Ting Ting. Tapi aku juga seorang muslimah yang ingin menjauhi riba meskipun cuma sejengkal. 🙂

Jadi, yang akan aku sajikan di sini adalah cara berhitung. Tenang, berhitungnya gampang kok. Anak-anak visual yang males ngitung kaya aku pasti bisa nyambung.

Pertama-tama, aku akan sedikit menjelaskan tentang riba.

Sedikit Pengertian Riba

Sedikit aja. Jangan banyak-banyak. Aku juga bukan yang expert banget kok. Ini juga nyuplik dari Wikipedia.

Riba adalah penetapan bunga atau melebihkan jumlah pinjaman saat pengembalian berdasarkan persentase tertentu dari jumlah pinjaman pokok yang dibebankan kepada peminjam.

Riba secara bahasa bermakna ziyadah (tambahan). Dalam pengertian lain, secara linguistik riba juga berarti tumbuh dan membesar.

Jadi, Let’s say kita punya tokoh namanya Bejo dan Siti.

Siti meminjam uang ke Bejo sebesar IDR 10.000 dan berjanji mengembalikan 1 bulan kemudian. Setelah 1 bulan, Bejo menagih uang yang dipinjam Siti. Tapi, bukannya menagih IDR 10.000 rupiah, Bejo malah menagih sebesar IDR 15.000.

Lah IDR 5.000 nya ini apa? Kalau si Bejo menyatakan itu bunga kepada Siti, berarti uang tersebut adalah Riba. Bejo dapat uang riba. Cocok kan dengan pengertian riba yang pertama di atas?

Lalu, gimana kalau dibalik?

Siti meminjam uang ke Bejo sebesar IDR 10.000 dan berjanji mengembalikan 1 bulan kemudian. Setelah 1 bulan, Siti hendak mengembalikan uang kepada Bejo. Tetapi, alih-alih mengembalikan sebesar IDR 10.000, Siti mengembalikan sebesar IDR 15.000.

Lah IDR 5.000 nya ini apa? Siti bilang ini hadiah karena Siti dapat rejeki tambahan setelah bekerja. Oke kalau ini hadiah setelah Siti dapat rejeki tambahan setelah bekerja, maka kasusnya clear.

Lalu bagaimana kalau Siti tidak bilang itu uang darimana? Well, who cares. Tapi pertanyaan yang sesungguhnya adalah, gimana kalau IDR 5.000 tadi hasil mencuri? Kalau asal usul uang IDR 5.000 itu tidak jelas, apalagi Siti ini emang terkenal suka mencuri, berarti uang tersebut adalah riba. Bejo dapat uang riba. Cocok kan dengan pengertian riba yang kedua di atas?

Jadi, Gimana Tips Terhindar dari Riba Saat Menabung di Bank Konvensional?

Kasus ketika kita menabung di bank konvensional mirip dengan kasus Bejo dan Siti yang kedua.

Kita menitipkan uang di Bank, kemudian bank memberikan bunga kepada kita. 2ribu, 2juta, 2puluhjuta. Yang penting kita dapat bunga dan kita dapat uang. Hore.

Pertanyaannya, ini uang bunganya dari mana?

Dari mencuri kah? #eh

Dari menyita aset kah? #eheh

Dari jual cilok kah? #lhaa yakali bank jual cilok.

Asal usul yang tidak jelas inilah yang membuat bunga bank ditetapkan sebagai riba.

See, how close we are to riba? Padahal jaman sekarang semuanya serba pakai bank. :))

Nabi Muhammad SAW Bersabda, “Allah melaknat orang yang memakan riba, yang memberi makan dengannya, kedua saksinya, dan penulisnya, lalu beliau bersabda, “mereka semua itu adalah sama“. (HR. Muslim).

Uang dari riba itu tidak boleh dimakan, disedekahkan, dibelanjakan, diapa-apakan gaboleh lah. Hahahaha. Bahkan yang menulis dan jadi saksi juga dilaknat loh. Ngeri kan. Naudzubillah.

Nah, sebagai generasi milenial yang dikit-dikit pakai bank, kita harus gimana dong?

Disini lah pentingnya jadi umat muslim yang cerdas. Harus belajar hitung biar bisa terhindar dari bunga bank.

Penting buat kalian mengerti bank konvensional tempat kalian menabung. Terutama setiap kode transaksi dan jumlah bunga yang diberikan. Aku saranin kalian rutin cetak buku tabungan kalau memang kalian sering melakukan transaksi baik jumlah kecil maupun besar. Kemudian amati buku tabungan kalian.

Pertama yang harus kalian amati adalah kode transaksi. Contohnya saja di Buku tabungan Bank Mandiri berikut.

Hal yang penting untuk diperhatikan adalah kode Bunga Tabungan(14) dan Kode Biaya-Biaya (57). Untuk yang memiliki rekening pribadi dengan transaksi nominal dibawah puluhan juta, rasanya 2 poin ini sudah cukup. Tapi jika yang dipegang adalah rekening perusahaan atau rekening pribadi dengan transaksi ratusan juta, ada hal lain yang perlu dipertimbangkan.

Kedua perhatikan nominal kedua transaksi tersebut. Disini, kita mulai berhitung.

Kode 14 atau Bunga Bank merupakan yang perlu di cek setiap saat. Di buku tabungan Mandiri di atas, ada 2 kode Bunga. Total nominalnya adalah 401.73 dengan masing masing 25.35 dan 376.38.

Berarti, aku menerima bunga dari bank sejumlah 401.73.

Nah disinilah tips dimulai. Karena uang riba tidak boleh dimakan, disedekahkan, ataupun diapa-apakan, jadi uang ribanya dikembalikan saja ke bank. 😀

Bagaimana cara mengembalikannya? Gunakan uang tersebut untuk membayar biaya administrasi bank, biaya transfer antar bank, atau apapun asal uang itu kembali ke bank.

Mulailah mengamati kode transaksi yang lain. Yaitu Biaya-Biaya atau nomor 57.

Kode 57 atau Biaya Biaya ini biasanya dibayarkan untuk biaya administrasi atak pajak Bank. Biasanya loh ya. Tiap bank berbeda-beda soalnya. Nominalnya juga berbeda-beda.

Nominal di buku tabunganku adalah IDR 11.500. Nominal ini lebih besar dari bunga yang aku terima yaitu 401.73. Artinya, aku sudah mengembalikan bunga tersebut ke bank untuk pembayaran Biaya-Biaya.

Untuk yang memiliki transaksi mini-mini atau dalam jumlah tidak terlalu besar, biasanya jumlah bunga masih llebih kecil dibandingkan Biaya-Biaya. Maka dari itu, bunga secara otomatis kembali ke bank. Tapi jika transaksi yang dilakukan besar, perlu lebih pandai memutar uang.

Contoh lainnya dengan buku tabungan Commonwealth Bank berikut:

Poin yang diperhatikan adalah Biaya Bulanan dan Bunga Kredit. Dengan kode tersebut, tinggal dilihat jumlah nominalnya.

Dari transaksi, ada 2 bunga yaitu 441.29 dan 243.68 dengan total IDR 684.97.

Sama seperti langkah di atas, yang kita lihat selanjutnya adalah transaksi biaya bulanan karena biaya inilah yang masuk ke bank.

Ada 3 transaksi biaya bulanan dengan nominal masing-masing IDR 5.000 dan total IDR 15.000. Dengan begini, Bunga Bank secara otomatis kembali kepada bank karena Bunga yang diterima lebih kecil dari biaya bulanan bank.

Bagaimana dengan bunga dari uang pinjaman bank? Yaaa namanya bunga itu kan riba. Namanya riba, seperti yang dijelaskan di dalam hadist di atas, tidak boleh dibelanjakan, disedekahkan, dimakan, pokoknya diapa-apakan lah, Hahaha. Sudah tau kan hukum riba itu haram.

Jadi sebisa mungkin, bunga yang kalian terima kembalikan saja ke bank. Untuk yang sedang memiliki hutang dibank, bisa baca Pengalaman melunasi hutang Bank dari Nyonya Malas sehingga bisa bebas dari hutang bank dan juga Riba. 😀

Tips ini diajarkan oleh suamiku. Gara-gara suatu pagi, Mas Tiyo dan aku menonton ceramah tentang penjelasan E Wallet yang bisa menjadi riba. Kemudian bertanyalah aku kepadanya, sehingga Mas Tiyo pun menjelaskan tips ini kepadaku. Karena menurutku bermanfaat, jadi aku bagikan disini.

Ternyata tips ini sudah Mas Tiyo implementasikan tidak hanya di rekeningnya sendiri, tetapi juga di rekening perusahaan. Bersyukur deh. :’)

Untuk pemilik rekening bisnis atau perusahaan, biasanya bunga yang diterima lebih besar dibanding individual. Bisa coba tips yang biasa dilakukan Mas Tiyo.

Mas Tiyo selalu mengembalikan uang bunga tersebut kepada bank dengan cara pembayaran biaya bulanan, biaya transfer ke luar negeri, atau transfer antar bank. Intinya harus dikembalikan ke bank. Selipkan uang bunga itu ke biaya-biaya yang kembali ke bank. Jangan dipakai buat gaji karyawan, sedekah, bahkan bayar pajak. Nanti uangnya muter lagi dan makin menyebar ribanya. Naudzubillah.

Sebar kebaikan aja, jangan sebar-sebar keburukan. 😀

Tips ini pernah ditulis di sebuah buku. Sayangnya Mas Tiyo lupa apa judulnya. 🙁

Jadi aku tulis ulang di sini supaya bisa lebih bermanfaat.

Selamat mencoba dan selamat terlepas dari Riba! 😀

Let’s be friends!

Instagram: girlysaputri

Youtube: girlysaputri

twitter: girlysaputri

3 thoughts on “Tips Menghindari Riba saat Menabung di Bank Konvensional

  1. klo aku menghindari riba dg cepat2 kuras tabungan, haha. Klo gajian biasanya aku byr2 tagihan bulanan dulu, udh gitu sisain krg dr 1jt di rekening bwt belanja online, hiahaha. Toh klo kelamaan nyimpen duit di bank, duitnya jg bs bs dipake muter sm bank jd ambil dan habiskan eh mksdnya simpen sendiri di rmh 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *